Sunday, March 15, 2009

Hot News

Obama perpanjang sanksi Iran

Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan perpanjangan sanksi pada Iran sebagai sikap AS atas terancamnya keamanan nasional.

Sanksi yang telah berlaku sejak 1995 tersebut, berupa larangan perusahaan-perusahaan AS untuk tidak melakukan bisnis dan investasi

Tanpa pengumuman resmi akan perpanjangan dari Presiden Obama, sanksi AS tersebut akan berakhir dengan sendirinya.

Dalam suratnya pada Kongres Nasional, Obama mengatakan Iran telah bersikap bertolak belakang dengan berbagai kepentingan AS di kawasan Timur Tengah.

"Tindakan dan kebijakan pemerintah Iran bertolak belakang dengan kepentingan Amerika di kawasan tersebut dan ini menunjukkan ancaman luar biasa dan berkelanjutan," demikian tulis Obama dalam suratnya pada Kongres.

AS kuatir program nuklir Iran adalah juga membangun persenjataan nuklir, meskipun hal tersebut telah dibantah oleh pejabat Iran.

Uluran tangan

Menurut wartawan BBC di Washington, Kim Ghattas, walaupun pemerintahan Obama sempat meninjau ulang kebijakan AS terhadap Iran, dengan tidak memperpanjang sanksi tersebut akan merubah tatanan kebijakan di masa sebelumnya.

Adapun Obama telah membahas melakukan hubungan dengan Iran, namun belum menjelaskan bagaimana hubungan itu akan dijalin.

Sesaat setelah dilantik tahun lalu Obama sempat mengatakan : "jika saja negara seperti Iran mau mengendurkan kepalan tangan mereka, maka dia pun akan dapat uluran tangan dari kami."

Saat ini Iran menjalani berbagai pemberlakuan sanksi internasional, termasuk didalamnya adalah 3 sanksi PBB atas penolakan Iran untuk menutup fasilitas pengembangan uranium.

Hal tersebut karena selain sebagai pusat pembangkit nuklir diyakini fasilitas tersebut juga digunakan untuk membuat senjata atom.

No comments:

Post a Comment